Pernikahan di Masa Pandemi

Diawali dengan satu kasus pertama Covid-19 yang muncul di Indonesia, pemerintah mulai menerapkan peraturan-peraturan supaya tidak semakin menyebarnya virus covid-19.

Pernikahan sebagai salah satu kegiatan yang sakral sangat ditunggu-tunggu setiap pasangan muda ketika sudah siap meneruskan ke jenjang berikutnya.

Namun, itu semua harus dipikirkan lagi dan lagi jika ingin menggelar pesta pernikahan di saat pandemik seperti ini.

Saat new normal pemerintah akhirnya telah memperbolehkan adanya pesta pernikahan sesuai dengan protokol kesehatan.

Kita sama-sama terjebak dalam virus ini, kehidupan menjadi tidak leluasa dan semuanya serba terbatas seakan-akan kita ingin melewati tahun 2020 yang penuh dengan musibah ini.

Tahun-tahun sebelumnya orang yang bekerja pada bidang pernikahan seperti Wedding organizer, vendor catering pernikahan atau wedding, vendor dokumentasi, sampai vendor dekorasi merasakan bahwa hidupnya tergantung pada berapa pernikahan yang telah mereka dapatkan.

Kala pandemik seperti ini pesta pernikahan tidak boleh diselenggarakan sementara sampai waktu yang telah ditentukan. Hal ini sangat berimbas bagi pelaku bisnis vendor pernikahan, mereka harus memikirkan ulang untuk meneruskan bisnisnya karena pandemik ini masih belum jelas kapan berakhir.

Jika kamu ingin segera melakukan proses pernikahan dan tidak ingin menunda-nunda lagi kamu tetap bisa menikah namun dengan cara seperti berikut:

  1. Tanpa pesta

Untuk menghindari cluster baru kasus covid-19, pemerintah menerapkan tidak boleh adanya keramaian dalam bentuk apapun, apalagi menggelar pesta.

Selain pesta pernikahan kegiatan seperti konser, tempat hiburan, mall juga ditutup guna menghambat penyebaran covid-19

  1. Tanpa keramaian

Pesta pernikahan dengan prasmanan khas dengan keramaian, orang-orang berkumpul untuk makan dan memberikan selamat kepada kedua pengantin.

Namun, pernikahan kala pandemi dilarang untuk membuat keramaian karena bisa menciptakan cluster-cluster baru dan bisa berakibat pada bertambahnya kasus covid-19.

  1. Tanpa bersalaman

Bersalaman merupakan salah satu bentuk selamat kepada seseorang jika orang tersebut mencapai suatu pencapaian.

Misalnya naik pangkat, naik kelas, ranking di kelas, naik jabatan dan sebagainya seperti pernikahan bersalaman merupakan kegiatan yang lumrah namun berbeda dengan pernikahan kala pandemik ini dimana tamu dilarang untuk bersalaman dengan kedua pengantin.

Alternatif lainnya dengan mengucapkan menggunakan media sosial

3 hal tersebut sebenarnya sangat sulit untuk kedua belah pihak keluarga, tidak sedikit pihak keluarga yang memilih undur memundurkan tanggal pernikahan untuk mengambil posisi aman.

Apalagi untuk adat tertentu yang masih tradisional yang dimana pernikahan merupakan momen berkumpulnya keluarga besar, pernikahan menjadi ajang untuk berkumpul kepada keluarga jauh.

Sangatlah sulit untuk tetap dilaksanakan pernikahan pada saat-saat seperti ini, namun harus bagaimana lagi memang itulah kenyataannya.

Kini sudah banyak juga pasangan yang telah melaksanakan pernikahan saat pandemi ini bersama wedding organizer pilihan.

Banyak dari mereka yang sudah menunggu waktu cukup lama untuk bisa menikah, walau terasa kurang lengkap dalam setiap aspek tetapi mereka tetap merasakan kekhidmatan dari proses pernikahan.

Kita sama-sama sedang berjuang untuk menuntaskan virus ini untuk bisa hilang sepenuhnya dari negara kita ini.

Gambar diatas adalah salah satu pengantin yang baru saja melakukan pernikahan di kala pandemi, mereka tetap mengikuti protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan menjaga jarak satu sama lain.

Selain itu saat akad berlangsung hanya bisa dihadiri oleh maksimal 30 orang di dalam satu gedung dan tetap mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan supaya tidak terjadi cluster-cluster baru akibat dari keramaian.

Referensi https://tokosalama.com/